Ellyas Pical Petinju Legendaris Asal Indonesia

Profil Ellyas Pical

Ellyas Pical, Sang Juara Bertahan IBF

Nama                             : Ellyas Pical

Tempat tanggal lahir      : Maluku, 24 Maret 1960

Profesi                           : Petinju asal Indonesia

Kebangsaan                  : Indonesia

Istri                                : Rina Slahaya Pical

Anak                              : 2 putra (Lorinly dan Matthew}

Profil lengkap Ellyas Pical

Ellyas Pical nama yang sudah tidak asing lagi merupakan petinju asal Indonesia yang dilahirkan di Ullath, Sapaura, Maluku Tengah, Maluku pada 24 Maret 1960.  Ellyas Pical  juga merupakan seorang petinju yang berhasil merebut juara dunia untuk pertama kalinya dari Indonesia. Ellyas Pical sendiri merupakan keturunan dari keluarga besar (mata rumah, marga, fam) Pical.

Semasa kecil, Ellyas Pical adalah seorang pencari mutiara alami, bahkan ketika masih kecil ia kerap mencari mutiara hingga menyelam ke dasar laut. dengan kebiasaan menyelamnya ini, akhirnya membuat pendengaran dirinya kurang peka.

Awal mula dirinya menyukai olahraga tinju, adalah ketika dia melihat pertandingan tinju yang di siarkan TVRI dengan  pemain favoritnya Muhammad Ali. Sejak saat itu ketika usianya 13 tahun, Ellyas Pical berlatih tinju secara sembunyi-sembunyi, karena kala itu orang tuanya tidak merestui dan menganggap olahraga tinju sama seperti judi bola, merupakan hal negatif tanpa prestasi.

Sebagai petinju yang masih amatir, Ellyas Pical kerap menjadi juara di tingkat kabupaten. Bahkan ia juga pernah menjadi juara dalam Piala Presiden. Karier menjadi petinju profesional, adalah sejak tahun 1983 dalam kelas bantam Junior.

Sejak saat itu, Ellyas Pical berhasil meraih sederet prestasi hingga ke jenjang kelas dunia. Salah satu juara dunia yang diraihnya saat itu adalah kemenangannya dalam melawan Hi-tung Chung dari Korea Selatan dengan kemenangan angka mutlak dalam 12 ronde pada 19 Mei 1984 di Seoul Korea Selatan. Dengan kemenangan ini, Ellyas Pical menjadi petinju profesional pertama dari Indonesia yang berhasil meraih gelar Internasional di luar negeri.

Dengan pukulan hook dan upcercut yang terkenal keras dan cepat saat itu, membawa Ellyas Pical dalam puncak popularitas. Sehingga ia dijuluki sebagai “The Exocet” atau merujuk ada sebuah nama rudal milik Prancis yang digunakan Argentina ketika Perang Malvinas.

Pada 3 Mei 1985, Ellyas Pical berhasil merebut gelar IBF kelas bantam yunior atau kelas super terbang dalam melawan petinju asal Korea yaitu Chun Ju-do do Jakarta. Bahkan Ellyas Pical juga sempat  mempertahankan gelar juaranya dalam melawan petinju asal Australia yaitu Wayne Mulholand.

Namun sayangnya pada 25 Agustus 1985, Ellyas Pical mengalami kekalahan dalam pertandingan melawan Caesar Polanco yang merupakan petinju asal Republik Dominika. Dan untuk membalas kekalahan atas Polanco, Ellyas Pical berhasil memukul KO Polando dalam pertandingan keduanya di jakarta pada 5 Juli 1986.

Tak lama kemudian pada tahun berikutnya yaitu 1987, Ellyas Pical juga mempertahankan gelar juaranya dengan melawan petinju asal Korea Selatan yaitu Dong Chun Lee. Namun sayang, langkah nya harus terhenti karena ia berhasil dikalahkan oleh petinju asal Thailand, Khaosai Galaxy dengan KO pada ronde 14.

Sejak saat itu, Ellyas Pical mengalami depresi pasca mendapat kekalahan dalam melawan Galaxy. Dan untuk membangkitkan semangatnya kembali dalam merebut IBF kelas bantam yunior, Ellyas Pical kembali menjadi sang juara bertahan dengan berhasil melawan Tae-ill Chang yang merupakan petinju asal Korea Selatan.

Dan gelar juaranya itu sempat bertahan selama 2 tahun, sebelum akhirnya ia pergi ke Ronoake, Virginia, Amerika Serikat untuk melawan Juan Polo Pres yang merupakan petinju asal Kolombia. Pada pertarungannya di tahun 1989 tersebut, Ellyas Pical kalah angka sehingga dengan sangat terpaksa ia harus menyerahkan gelarnya pada Polo Pres.

Prestasi Ellyas Pical

Sebagai juara dalam Piala Presiden, tahun 1983

Mendapatkan gelar petinju Internasional pertama dari Indonesia, tahun 1984

Mendapat juara OPFB, tahun 1984

Mendapat juara IBF, tahun 1985

Berhasil mempertahankan sebagai juara IBF beberapa kali