Atlet Bulu Tangkis Wanita Adriyanti Firdasari

Profil Ardiyanti Firdaus

Atlet Wanita yang Tak Kenal Putus Asa Demi Indonesia, Siapa Lagi Kalau Bukan Adriyanti Firdasari

 

 

Atlet wanita asal Jakarta ini mengharumkan nama Bangsa Indonesia melalui cabang olahraga bulu tangkis. Firdasari memperkuat tim nasional Indonesia khususnya bulu tangkis sejak tahun 2004.

Gerakan bermain yang lincah dari Firdasari membuat lawannya terkalahkan. Atlet kelahiran Jakarta, 16 Desember 1986 ini mengikuti berbagai turnamen tingkat nasional dan internasional, berbagai prestasi juga pernah ia raih berkat semangat serta kegigihannya dalam berlatih dan bermain.

Pada tahun 2008 ia bertanding di Piala Uber  sebagai pemain tunggal putri profesional, selain Maria Kristin Yulianti. Dia juga bermain di Denmark Open dan berhasil sampai babak perempat final, namun akhirnya tumbang oleh pemain unggulan tuan rumah.

Kemudian di tahun 2009 Firdasari ikut bertanding pada Sudirman Cup, Jepang Open Superseries, Prancis Open Superseries , dan SEA GAMES di Laos. Dari serangkaian pertandingan pertandingan di tahun 2009 itu, Firda terus mengalami peningkatan, bahkan di Jepang Open dia berhasil mengalahkan pemain nomor satu di duniasaat itu, yakni Zhou Mi, dan pada ajang sea games dia berhasil menyumbangkan 1 perak untuk negara Indonesia.

Pada ajang sea games 2011 Firda gagal menyumbangkan medali emas untuk Indonesia karena kekalahannya terhadap pemain Singapura. Namun kegagalannya tidak mematahkan semangat dalam bertanding, ia malah terus mengikuti turnamen-turnamen tingkat nasional dan internasional.

Pertandingan yang paling sangat mengesankan menurut Firda ialah saat ia mewakili Indonesia di Denmark Open, dimana supporternya sangat menghargai para pemain, meskipun pemain itu bukan dari Denmark. Hal tersebut lah yang semakin membakar semangat Firda dalam bertanding.

Adriyanti Firdasari pernah menempati peringkat 15 sebagai pemain tunggal putri terbaik di tingkat dunia. Dia merupakan salah satu atlet wanita yang memiliki skill fantastis, permainannya yang bervariasi membuatnya berada di peringkat 15. Meskipun seringkali gagal menjuarai turnamen, namun ia tetap menunjukkan permainan terbaiknya.

Pantang menyerah, tidak putus asa, selalu semangat, dan ulet adalah sifat Firdasari. Dengan sifat positif yang melekat dalam dirinya, Firda meraih berbagai prestasi di bidang olahraga ini.

Apa saja prestasi atlet wanita ini?

  • Menjadi juara pada New Zealand Open di tahun 2005;
  • Menyumbangkan medali emas untuk Indonesia pada ajang sea games XIII;
  • Menjuarai Belanda Open pada tahun 2006¬†;
  • Menyumbang medali perak untuk Indonesia dalam ajang sea games sebagai pemain tunggal putri;
  • Menyumbang medali emas untuk Indonesia dalam ajang sea games pada nomor beregu putri;
  • Runner-up pada turnamen Sudirman Cup di Skotlandia;
  • Perempat final pada turnamen Denmark Open sebagai pemain tunggal putri;
  • Runner-UP Uber Cup pada tahun 2008 di Jakarta;
  • Meraih medali perak di sea games XXV pada tahun 2009;
  • Juara 2 Kumpoo Macau Open;
  • Medali perak di sea games XXVI dengan kategori beregu putri;
  • Medali perak sea games XXVI dengan kategori pemain putri tunggal.

Wanita yang memiliki tinggi 170 cm dan berat badan 58 kg ini tak pernah patah semangat, bahkan setelah ia melepas masa lajangnya pada tahun 2016. Firda menjadi pelatih di salah satu klub bulu tangkis dan mengajarkan tentang semangat, kegigihan, serta keuletan kepada murid-muridnya.

Lincah saja tidak cukup untuk menjadi juara, yang terpenting adalah semangat yang membara dan kegigihan dalam bertanding. Memang Firdasari tak se terkenal Susi Susanti, Liliana Natsir, dan Maria Kristin Yuliyani, namun partisipasinya dalam turnamen internasional berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Indonesia membutuhkan atlet seperti Firdasari, meski gagal ia tak pernah menyerah, selalu semangat, terus mencoba, dan selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia.